GpMpBSG5TSO0TSG0TpOiTpG5Ti==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

PP GMH Audiensi dengan Menteri Desa, Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan di Desa

Jakarta — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) melakukan audiensi dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Si., di Ruang Kerja Menteri (8/9/2026). Pertemuan ini membahas penguatan peran mahasiswa dalam pemberdayaan dan pembangunan desa.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Desa mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan membangun usaha secara mandiri.

“Setelah tamat kuliah, mahasiswa jangan hanya berpikir untuk melamar pekerjaan. Jadilah orang yang membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Yandri.


Ia juga mendorong mahasiswa yang berasal dari daerah untuk kembali ke kampung halaman dan menjadi penggerak pembangunan di daerah masing-masing.

“Mahasiswa jangan lupa dengan kampung halamannya. Pulanglah ke kampung dan jadilah penggerak di sana. Ilmu yang diperoleh selama kuliah harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yandri, mahasiswa tidak boleh berhenti pada gagasan dan diskusi, tetapi harus memastikan setiap gagasan ditindaklanjuti melalui aksi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa jangan berhenti pada gagasan. Setelah ada gagasan, harus ada tindak lanjut dan aksi nyata sehingga benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.


Ketua Umum PP GMH Rizki Ulfahadi mengatakan pihaknya menyambut baik gagasan tersebut dan melihat mahasiswa Hidayatullah dari berbagai daerah sebagai potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi penggerak pembangunan di daerah.

“Kami berharap kolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dapat membuka ruang pemberdayaan bagi mahasiswa Hidayatullah yang berasal dari desa-desa di seluruh Indonesia. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja dan penggerak kemajuan di daerahnya,” kata Rizki.

Ia mengatakan salah satu bentuk pemberdayaan tersebut dapat dilakukan dengan mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dalam ruang pembinaan, pengembangan kapasitas, dan kepemimpinan.

“Karena itu, kami menghadirkan mahasiswa dari berbagai daerah dalam agenda National Leadership Academy (NLA) 2026 di Jakarta. Kami ingin mereka tidak hanya memiliki kapasitas intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki orientasi pengabdian dan keberanian untuk kembali membangun daerah asalnya,” ujarnya.

Rizki menambahkan, mahasiswa harus mampu mengubah pengetahuan dan gagasan yang diperoleh di kampus menjadi kerja nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Bagi GMH, mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi. Gagasan harus diikuti dengan aksi, dan pendidikan harus bermuara pada kemanfaatan. Kami ingin mahasiswa Hidayatullah memiliki keberanian untuk mengambil peran dan menjadi penggerak di tengah masyarakat, termasuk di desa dan daerah asalnya,” katanya.

PP GMH juga mengundang Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk hadir dan memberikan sambutan dalam GMH National Leadership Academy (NLA) 2026 yang akan diselenggarakan pada 28 Oktober–1 November 2026 di Jakarta.


Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya PP GMH memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa dari berbagai daerah sekaligus membangun jejaring antarmahasiswa untuk mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

PP GMH Audiensi dengan Menteri Desa, Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan di Desa

0