Jakarta — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) mengangkat pesan kebangsaan dari Teguh Anantawikrama yang selama ini dikenal sebagai sosok yang kerap memberikan nasihat dan motivasi kepada kader-kader GMH.
Sebagai penasehat, Gus Teguh menekankan pentingnya membangun bangsa dengan landasan kecintaan yang tulus kepada tanah air. Menurutnya, kecintaan kepada negeri harus diwujudkan melalui kontribusi nyata, semangat persatuan, dan komitmen menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
"Membangun bangsa harus berlandaskan kecintaan yang tulus kepada negeri. Kecintaan terhadap tanah air diwujudkan melalui kontribusi nyata, semangat persatuan, serta komitmen untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Teguh.
Ia juga mengingatkan kader GMH bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, perbedaan perlu disikapi dengan saling menghormati, menjaga silaturahmi, dan mengedepankan dialog yang konstruktif.
“Perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar dan tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tersebut hendaknya disikapi dengan sikap saling menghormati dan dialog yang konstruktif,” katanya.
Menurut Teguh, keberagaman pandangan seharusnya menjadi sumber kekuatan untuk melahirkan gagasan terbaik bagi kemajuan bangsa, bukan menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan.
Ia mengajak generasi muda, termasuk kader GMH, memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
"Melalui semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong, kita dapat menjadikan perbedaan sebagai energi positif untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” ujar Teguh.
PP GMH menilai pesan tersebut sejalan dengan upaya membentuk kader mahasiswa yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat kebangsaan, dan kesiapan memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.