Yogyakarta - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) menyelenggarakan Next Gen Leaders (NGL) Regional Jawa-Bali di Asrama Haji Yogyakarta pada 7–9 Agustus 2026. Kegiatan bertema "Mahasiswa Muslim Bertalenta Unggul untuk Indonesia Emas 2045” ini diikuti mahasiswa dari 26 perguruan tinggi di wilayah Jawa-Bali dan sekitarnya.
Ketua Umum PP GMH Rizki Ulfahadi mengatakan keberagaman asal perguruan tinggi menjadi bagian penting dari pelaksanaan NGL. Pertemuan mahasiswa dari berbagai kampus, menurutnya, menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda Muslim.
“NGL bukan sekadar ruang pelatihan. Ini menjadi tempat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bertemu, belajar, bertukar gagasan, dan membangun jejaring untuk mengambil peran di daerah masing-masing,” kata Rizki.
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Universitas Gadjah Mada, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Ma'had Aly Menara Qur'an Hidayatullah Karanganyar, Universitas Darussalam Gontor, UIN Salatiga, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Klaten, Universitas Darunnajah Jakarta, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta, Institut Pertanian STIPER (INSTIPER), Universitas Diponegoro, STIM Surakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Terbuka, Universitas Muhammadiyah Jakarta, STP AMPTA, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Wahid Hasyim Semarang, STAID Denpasar Bali, Universitas Airlangga, Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Institut Daarul Qur'an, serta Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
Menurut Rizki, keterlibatan mahasiswa dari 26 perguruan tinggi menunjukkan pentingnya membangun ekosistem kepemimpinan yang tidak tersekat oleh latar belakang kampus maupun daerah.
“Kami berharap peserta membawa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama NGL untuk dikembangkan di kampus dan daerah masing-masing. Mereka harus tumbuh menjadi pelopor yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah tokoh nasional dan praktisi dengan materi mengenai kepemimpinan, penguasaan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dasar GMH, pembangunan peradaban Islam, hingga wawasan kebangsaan.
Melalui NGL Regional Jawa-Bali, PP GMH mendorong lahirnya mahasiswa Muslim yang memiliki kapasitas intelektual, karakter kepemimpinan, integritas, serta semangat pengabdian sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.