Yogyakarta — Tokoh literasi nasional Imam Nawawi menegaskan pentingnya menjadikan tauhid sebagai landasan kehidupan generasi muda. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber Next Gen Leaders (NGL) Regional Jawa-Bali di Asrama Haji Yogyakarta, Minggu (9/8/2026).
Dalam materinya bertajuk “Tauhid sebagai Landasan Kehidupan”, Imam Nawawi menjelaskan bahwa tauhid tidak berhenti pada pengakuan bahwa Allah itu Esa, tetapi harus menjadi pusat orientasi dalam seluruh aspek kehidupan.
“Tauhid adalah cara memandang realitas, membangun identitas, dan menentukan arah hidup dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya pusat orientasi,” ujar Imam Nawawi.
Menurutnya, ketika tauhid menjadi pusat kehidupan, seseorang tidak mudah dikendalikan oleh validasi media sosial, tekanan lingkungan, tren, ambisi, maupun ketakutan kehilangan popularitas.
“Tauhid baru menjadi nyata ketika seluruh keputusan, cara berpikir, pilihan hidup, rasa takut, harapan, dan tujuan seseorang hanya berpusat kepada Allah,” katanya.
Ia mengibaratkan tauhid seperti sistem operasi dalam sebuah gawai yang mengendalikan seluruh aplikasi. Demikian pula tauhid, kata dia, menjadi dasar bagi cara berpikir, belajar, bekerja, memimpin, menggunakan teknologi, hingga berinteraksi dengan sesama.
Imam Nawawi menutup materinya dengan mengingatkan bahwa setiap manusia pasti memiliki sesuatu yang menjadi pusat orientasi hidupnya. Karena itu, tauhid mengajarkan bahwa hanya Allah yang layak menjadi pusat kehidupan agar manusia memiliki arah yang benar.
Melalui materi tersebut, PP GMH mendorong peserta NGL Jawa-Bali untuk menjadikan tauhid bukan sekadar pengetahuan keagamaan, tetapi sebagai fondasi dalam membentuk karakter, mengambil keputusan, dan menjalankan peran sebagai generasi muda Muslim
.jpg)