Yogyakarta — Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menegaskan bahwa proses mencetak pemimpin tidak dapat dilakukan setengah hati. Menurutnya, kepemimpinan membutuhkan keberanian, integritas, dan cara berpikir yang melampaui kebiasaan umum. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Next Gen Leaders (NGL) Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) di Asrama Haji Yogyakarta, Jumat (7/8/2026).
Willy mengatakan generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir out of the box dan tidak terjebak pada pola pikir yang hanya mengikuti arus.
"Keberanian harus total, tidak boleh setengah hati. Generasi muda harus berani berpikir out of the box. Pemimpin tidak lahir dari 'bebekisme', tetapi dari mereka yang memiliki integritas," kata Willy.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sesuatu yang instan atau sekadar mengejar jabatan. Seorang pemimpin, kata dia, harus mampu menyelaraskan nilai yang diyakini dengan tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kalau ingin menjadi pemimpin, bangunlah integritas. Antara nilai yang dipegang dan perbuatan harus berjalan seiring. Menjadi pemimpin bukan persoalan abal-abal," ujarnya.
Willy juga mengajak peserta menjadikan falsafah "hidup berakal, mati beriman" sebagai pegangan dalam menjalani proses kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kekuatan moral dan spiritual.
Sementara itu, Ketua Umum PP GMH Rizki Ulfahadi mengatakan pembentukan pemimpin muda tidak cukup hanya melalui penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memerlukan pembentukan karakter dan integritas.
"Kami ingin NGL melahirkan pemimpin yang berani mengambil keputusan, berpikir visioner, dan tetap berpegang pada nilai-nilai moral. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang dapat dipercaya, bukan sekadar populer," kata Rizki.
Ia menambahkan, NGL Regional Jawa-Bali merupakan bagian dari komitmen PP GMH dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan semangat pengabdian untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
.webp)