GpMpBSG5TSO0TSG0TpOiTpG5Ti==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

PP GMH Bentuk Dua Lembaga Baru untuk Perkuat Kaderisasi dan Pengembangan Akademik

Bogor — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) membentuk dua lembaga baru dalam Forum Pleno PP GMH yang digelar di Bogor, Jumat (5/6/2026). Kedua lembaga tersebut adalah Lembaga Fasilitator Program (LFP) dan Lembaga Pengembangan Akademik dan Beasiswa (LPAB) sebagai bagian dari penguatan kelembagaan organisasi.

Dalam pleno tersebut, Agung Hidayat ditetapkan sebagai Direktur Lembaga Fasilitator Program (LFP), sedangkan Joni Eferi dipercaya memimpin Lembaga Pengembangan Akademik dan Beasiswa (LPAB).

Ketua Umum PP GMH Rizki Ulfahadi mengatakan pembentukan kedua lembaga tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem kaderisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya kader secara berkelanjutan.

"Organisasi yang ingin bertahan dan berkembang harus memiliki sistem. Pembentukan LFP dan LPAB merupakan ikhtiar kami membangun fondasi kelembagaan yang lebih kuat agar proses kaderisasi dan pengembangan kapasitas kader berjalan lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan," kata Rizki.

Menurutnya, LFP akan berfokus pada pengembangan fasilitator, penyusunan standar pelatihan, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan program kaderisasi PP GMH. Sementara itu, LPAB akan mengembangkan program akademik, riset, pendampingan studi, hingga perluasan akses beasiswa bagi kader GMH di berbagai daerah.

"Kami ingin kader GMH tidak hanya unggul dalam kepemimpinan dan aktivisme, tetapi juga berprestasi di bidang akademik. Kaderisasi dan pengembangan intelektual harus berjalan beriringan agar lahir pemimpin yang memiliki karakter, kompetensi, dan daya saing," ujar Rizki.

PP GMH berharap pembentukan kedua lembaga tersebut menjadi momentum penguatan organisasi dalam menyiapkan kader-kader muda Muslim yang berintegritas, berkapasitas, dan siap berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara. Dengan penguatan kelembagaan ini, PP GMH menargetkan sistem kaderisasi dan pengembangan akademik organisasi dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh kader di Indonesia.

PP GMH Bentuk Dua Lembaga Baru untuk Perkuat Kaderisasi dan Pengembangan Akademik

0