GpMpBSG5TSO0TSG0TpOiTpG5Ti==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

PP GMH Gandeng BULOG Gelar Diskusi Interaktif Bahas Pangan Indonesia

Bogor — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) menggelar diskusi interaktif bertajuk "Mahasiswa, BULOG, dan Masa Depan Pangan Indonesia” dalam rangkaian kegiatan Next Gen Leaders Batch III di Ar-Rohmah Training Center, Bogor. Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Andi Afdal Abdullah, M.B.A., AAK., Direktur Operasi PERUM BULOG, sebagai pembicara utama.

Dalam pemaparannya, Andi Afdal menegaskan bahwa BULOG memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, terdapat tiga fungsi utama yang menjadi mandat BULOG, yaitu menjamin ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan stabilitas pangan nasional.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi. Negara harus memastikan pangan tersedia, dapat dijangkau masyarakat, dan harganya tetap stabil. Di situlah BULOG hadir menjalankan fungsi strategisnya,” ujar Andi Afdal.

Ia menjelaskan bahwa tantangan pangan Indonesia ke depan akan semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, serta dinamika ekonomi global. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa untuk menjaga kedaulatan pangan nasional.

Dalam sesi dialog bersama peserta, Andi Afdal juga menyoroti peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam pembangunan nasional. Menurutnya, kontribusi mahasiswa tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi juga kualitas karakter yang dimiliki.

“Mahasiswa tidak cukup hanya pintar. Bangsa ini membutuhkan generasi yang memiliki integritas, etos kerja yang kuat, disiplin, dan karakter yang kokoh. Itulah modal utama untuk memimpin Indonesia di masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menyampaikan bahwa isu pangan merupakan salah satu isu strategis yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, mahasiswa perlu memahami persoalan pangan bukan hanya sebagai isu ekonomi, tetapi juga sebagai isu kedaulatan bangsa.

“Bangsa yang tidak mampu menjamin pangannya sendiri akan sangat rentan terhadap berbagai tekanan global. Karena itu, mahasiswa harus memiliki kepedulian terhadap isu ketahanan pangan sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan,” ujarnya.

Rizki menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PP GMH membangun kesadaran dan kapasitas kepemimpinan generasi muda melalui dialog langsung dengan para praktisi dan pengambil kebijakan nasional.

“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan para pemimpin di berbagai sektor strategis. Dari sana lahir wawasan, inspirasi, dan kesadaran bahwa Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang berilmu, berintegritas, dan siap mengabdi,” katanya.

Melalui diskusi ini, PP GMH berharap mahasiswa semakin memahami tantangan dan peluang pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan, sekaligus terdorong untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi bagi bangsa.

PP GMH Gandeng BULOG Gelar Diskusi Interaktif Bahas Pangan Indonesia

0