Jakarta — Rabu, 11 Maret 2026, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) melakukan kunjungan dalam rangka audiensi dan silaturrahmi kebangsaan dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta. Tim PP GMH diterima langsung oleh Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjend. Pol. Awang Joko Rumitro, SIK, M.Si dan jajaran.
BNNP DKI Jakarta memaparkan berbagai langkah strategis dalam upaya pemberantasan dan pencegahan peredaran narkotika di wilayah ibu kota. Selain melakukan operasi penindakan terhadap jaringan narkoba, BNNP DKI juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
Dalam pemaparannya, Kepala BNNP DKI Jakarta menjelaskan bahwa sejumlah operasi telah dilakukan di wilayah yang selama ini dikenal rawan peredaran narkoba, seperti Kampung Bahari dan Kampung Ambon. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memutus jaringan distribusi narkotika di wilayah Jakarta.
“Dalam beberapa operasi tersebut, kami berhasil mengamankan berbagai barang bukti, mulai dari narkotika, senjata api, hingga uang tunai yang nilainya mencapai lebih dari Rp1,4 miliar,” ungkap Kepala BNNP DKI Jakarta.
Selain itu, petugas juga berhasil mengungkap kasus di salah satu apartemen di wilayah Jakarta Utara yang melibatkan ribuan kartrid vape yang mengandung zat narkotika. Operasi penindakan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, serta unsur satuan lainnya.
Di samping upaya penindakan, BNNP DKI Jakarta juga menjalankan berbagai program edukasi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Salah satu program yang sedang digalakkan adalah pembentukan dan pelatihan Duta Anti-Narkoba di lingkungan sekolah.
Kepala BNNP DKI Jakarta menyebutkan bahwa program ini menargetkan pelantikan sekitar 4.600 duta anti-narkoba dari kalangan pelajar tingkat SLTA di wilayah DKI Jakarta. Para peserta mengikuti pelatihan secara daring melalui platform Zoom, kemudian diberikan Surat Keputusan (SK) sebagai bentuk pengesahan.
“Para duta ini diharapkan menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyampaikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada teman-temannya di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” jelas pihak BNNP.
Selain kegiatan edukasi langsung, BNNP DKI Jakarta juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana sosialisasi yang efektif. Melalui berbagai platform digital, pesan-pesan edukasi tentang bahaya narkoba diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, terutama kalangan generasi muda.
Dalam diskusi tersebut, Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) dinilai memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dalam produksi konten edukasi serta penyebaran informasi melalui media sosial. Kedua pihak bahkan membahas rencana pembentukan komunitas bersama untuk mempermudah koordinasi program ke depan.
Sementara itu, pihak GMH menegaskan komitmennya untuk turut mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan pendidikan, dakwah, dan pembinaan masyarakat.
“Kami siap berkontribusi dalam upaya pencegahan narkoba melalui jaringan mahasiswa, rumah Qur’an, pesantren, serta kegiatan pembinaan masyarakat yang kami miliki,” ujar Rizki, Ketum GMH.
Menanggapi hal tersebut, BNNP DKI Jakarta menyambut baik komitmen GMH dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Salah satu bentuk kolaborasi yang direncanakan adalah pelatihan dan pelantikan duta anti-narkoba dari kalangan mahasiswa dan komunitas masyarakat.
Kedua pihak pun sepakat untuk terus menjalin komunikasi serta merancang berbagai program kolaboratif yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di tengah masyarakat.
